LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4v             _         _

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

           2,16v  1,001ms 999Hz

 

2. Membandingkan Frekuensi

 

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1,001kHz 1kHz

Gergaji

1,001kHz 1kHz

Pulse

1kHz 1kHz


3.Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan frekuensi

Frekuensi Generator A     ( fy)

Frekuensi Generator B (fx)

Lissajous

 

1:1



 1kHz



1kHz 


 

1:2



 1kHz



2kHz 

 


2:1



 2kHz



1kHz 

 


1:3



 1kHz



3kHz 


 

3:1



 3kHz



1kHz 


 

2:3



 2kHz



3kHz 


 


3:2




3kHz


 


2kHz


 

 


 

 4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,3009 0,25 0,2 0,05

2 Lampu

0,8807 0,8 0,2 0,16

3 Lampu

1,3288 0,3 0,2 0,06




5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,5629 1,8 0,29 0,522

2 Lampu

1,0782 1,8 0,24 0,432

3 Lampu

1,5579 1,8 0,29 0,522

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

● Tegangan Searah

a. Atur output power supply sebesar 4 Volt

b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

• Tegangan Bolak Balik

a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

 

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut


b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal

A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2



5. Mengukur Daya Satu Fasa


        



a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]

1.Kalibrasi oscilloscope


2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
            


3. Membandingkan Frekuensi


4.
Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous



4. Analisa[Kembali]

1.Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?

Jawab:

Kalibrasi perlu dilakukan sebelum osiloskop digunakan untuk memastikan bahwa osiloskop masih berfungsi dengan baik. Kalibrasi bertujuan untuk memastikan hasil pengukuran osiloskop akurat, memastikan probe bekerja dengan benar, memastikan osiloskop tetap presisi tanpa adanya kesalahan pada hasil pengukuran, serta untuk mengetahui ada atau tidaknya noise pada gelombang yang ditampilkan oleh osiloskop.

2.Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan generator amplitude, frekuensi dan perioda!

A. Amplitude

        AC:

  • Nilai amplitudo/tegangan puncak  berubah-ubah tiap waktu
  • gelombang berbentuk sine,pulse,dan triangle
        DC:

  • Nilai amplitudo /tegangan konstan
  • Gelombang berbentuk horizontal lurus 

B. Frekuensi

    AC:

  • Memiliki frekuensi tertentu (Hz)
  • osiloskpo akan menampilkan beberapa siklus gelombang
    DC:

  • tidak memiliki frekuensi tertentu karena memiliki arus yang searah /konstan
  • tidak memiliki bentuk gelombang yang  berosilasi

C. perioda

    AC:

  • Memiliki perioda yang diukur untuk satu siklus gelombang
    DC:

  • Tidak memiliki perioda untuk diukur

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

  • Gelombang Sinus (Sine Wave): Gelombang AC dasar yang halus, berbentuk fungsi trigonometri terhadap waktu. Digunakan untuk pengujian respons frekuensi, audio, dan sinyal AC.
  • Gelombang Persegi (Square Wave): Gelombang yang memiliki nilai on dan off yang bergantian secara cepat. Digunakan dalam sistem digital, logika, dan modulasi lebar pulsa (PWM).
  • Gelombang Segitiga (Triangle Wave): Gelombang linear yang naik dan turun secara teratur. Sering digunakan untuk menguji sistem linier dan non-linier.
  • Gelombang Pulsa (Pulse/Pulse Train): Bentuk gelombang kotak yang tidak simetris (waktu on dan off berbeda), digunakan untuk mensimulasikan sinyal digital.
  • Gelombang Arbitrer (Arbitrary Waveform): Bentuk gelombang kompleks yang ditentukan pengguna, biasanya dihasilkan oleh Arbitrary Waveform Generator (AWG)

4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

 

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,30090,250,20,05

2 Lampu

0,88070,80,20,16

3 Lampu

1,32880,30,20,06

Berdasarkan teori daya terukur sama dengan daya terhitung, tetapi dari data percobaan  daya terukur tidak  sama dengan daya terhitung yang disebabkan oleh adanya hambatan dalam alat ukur, suhu beban meningkat dan ketidakstabilan power supply


5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu pararel!

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,56291,80,290,522

2 Lampu

1,07821,80,240,432

3 Lampu

1,55791,80,290,522

Dari data percobaan daya terukur tidak sama dengan daya terhitung yang disebabkan oleh resistansi kabel,hambatan dalam alat ukur dan perubahan nilai hambatan akibat panas.


5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir (disini)

Kalibrasi oscilloscope(disini)

Percobaan 1(disini)

Percobaan 2(disini)

percobaan 3(disini)


Komentar