LA_MODUL 4



1. Jurnal [Kembali]


1. RC Seri                    

BebanV terukurI terukurV pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm2,672V
Xb = 100 ohm12.10 V0,045mA2,731V375 Ω
Xc = 10 uF10,48V



2.                  RLC Seri

 

BebanV terukurI terukurV pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm2,895 V
Xb = 22 mH12,04 V0,060 mA0,253 V327,05Ω
Xc = 10 uF11,42 V




3.                  RLC Paralel

 

BebanV terukurI terukur111213V pada bebanImpedansi
Xa = 100 ohm0,25 mA5,51 V
Xb = 22 mH5,37 V0,11 mA0,48 mA5,48 V7,05Ω
Xc = 10 uF0, 27 mA5,5 V

  

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

RC seri :

1.Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri

2.Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC

3.Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC

4.Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC

 

Gambar 1. Rangkaian RC Seri

RLC seri :

1.Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri

2.Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC

3.Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC

4.Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC

RLC Seri :

 

Gambar 2. Rangkaian RLC Seri

RLC Paralel:

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian simulasi di bawah

b. Pilih nilai Xa,Xb, dan Xc sesuai dengan kondisi yang sudah ada

c. Hidupkan catu daya, sesuaikan dengan data besar sumber tegangan yang digunakan

d. Ukur tegangan, dan arus pada titik yang ditentukan

e. Hitung nilai impedansi dari rangkaian yang disimulasikan

  1. Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel
  2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
  3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
  4. Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.

 


3. Video Percobaan [Kembali]

1.RC Seri


2. RLC Seri



3. RLC Paralel





4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!

       jawab:
         
sudut fasa ditentukan oleh selisih reaktansi total (X = XL - XC) terhadap hambatan (R):

Jika XL > XC: Rangkaian bersifat Induktif. Arus tertinggal dari tegangan (lagging), dan sudut fasa positif.

  Jika XC > XL: Rangkaian bersifat Kapasitif. Arus mendahului tegangan (leading), dan sudut fasa negatif.

 Jika XL = XC: Terjadi Resonansi. Reaktansi saling meniadakan, rangkaian bersifat murni resistif, dan sudut fasa kembali ke 0°

 2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri

    jawab:

Impedansi rangkaian RC seri merupakan gabungan vektor antara hambatan resistor dan reaktansi kapasitif dengan nilai ideal sebesar 375 Ω. Perbedaan mencolok dengan hasil perhitungan rumus V/I (268,89 kΩ) disebabkan oleh arus terukur yang sangat kecil (0,045 mA), akibat adanya hambatan dalam pada alat ukur.

3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri

    jawab:

Impedansi RLC seri merupakan hasil penggabungan vektor antara hambatan resistor dengan selisih reaktansi induktif dan kapasitif, dengan besar impedansi ideal sebesar 327,05 Ω. Perbedaan drastis dengan hasil rumus V/I (200,6 kΩ) terjadi karena arus terukur sangat kecil (0,060 mA), akibat besarnya hambatan dalam alat ukur.

4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel

    jawab:

Impedansi pada rangkaian RLC paralel dihitung berdasarkan penjumlahan vektor admitansi (kebalikan impedansi) dari masing-masing cabang, di mana nilai totalnya cenderung lebih kecil karena hubungan paralel menyediakan lebih banyak jalur bagi arus untuk mengalir. Perbedaan antara nilai tabel (7,05 Ω) dan hasil perhitungan rumus V/I  (48,8 kΩ) terjadi karena nilai tabel merupakan perhitungan ideal pada frekuensi 50 Hz, sedangkan hasil V/I menggunakan data pengukuran arus yang sangat kecil (0,11 mA) akibat pengaruh hambatan dalam alat ukur.

5. Download File[Kembali]

LAPORAN AKHIR (DISINI)



Komentar